![]() |
| sumber: google |
Membaca minat konsumen terhadap apartemen, terutama di Kota
Bandung, barangkali belum setinggi di Kota Jakarta dan lainnya. Namun ini tidak
berarti bahwa tidak ada peningkatan atas minat huni apartemen di Kota Bandung.
Hal ini dapat kita simpulkan dari upaya Pemerintah Kota Bandung yang berencana
mendirikan belasan apartemen rakyat sejak 2015 lalu.
Sebelum membahas proyek apartemen Pemerintah Kota Bandung
ini, kita simak dulu pernyataan Daniel Handojo, Director Executive Century 21,
terkait minat konsumen terhadap apartemen kelas menengah bawah.
“Proyek untuk apartemen kelas menengah bawah terus berjalan
di akhir tahun 2015 ini. Pengembang besar pun ikut mengambil peluang ini,” kata
Daniel. (property the city magazine)
Menurut Daniel di Jakarta dan beberapa kota besar lain,
minat konsumen, terutama end user terhadap
apartemen masih sangat tinggi. Pertimbangan mendasar mengapa apartemen lebih
banyak dipilih ketimbang landed house karena
beberapa hal seperti lokasi yang dekat dengan pusat kota dan akses
transportasinya yang mudah. Namun mereka tetap selektif terkait harga apartemen.
![]() |
| sumber: google |
Nah, jika menurut Daniel, masih terdapat kendala dalam
membeli apartemen seperti sistem pembayaran dari pengembang masih agak berat. Maka
proyek apartemen rakyat yang diusung Ridwan Kamil rasanya cukup banyak
memberikan kemudahan bagi warga menengah bawah yang sangat membutuhkan hunian
di pusat-pusat kota.
Hal ini dapat kita simpulkan
dari harga kisaran yang ditawarkan Pemerintah Kota Bandung antara 50 – 200 jutaan
per unit. Warga dengan gaji 1,5 juta sudah bisa memiliki apartemen ini dengan
cicilan sekitar 500 ribu/ bulan. Tujuan proyek ini sebetulnya sama seperti
proyek apartemen menengah ke atas yaitu untuk mengatasi keterbatasan lahan
ditengah meningkatnya kebutuhan akan hunian.
Namun proyek ini juga diharapkan
dapat menjadi salah satu upaya pengembangan kota (urban development), dengan membangun apartemen yang memiliki urban concept. Di mana konsep ini dapat
memberikan dampak pengendalian penyebaran penduduk, efisiensi mobilitas,
mengurangi kemacetan dan pemborosan energi dan seterusnya. Sebagai












